Market Cap Dalam Dunia Investasi, Ini Penjelasannya

Market Cap Dalam Dunia Investasi,

Bacaberita | Market cap adalah istilah yang perlu kamu ketahui dan pahami jika ingin terjun ke dunia investasi, Mengapa? karena hal tersebut merupakan pertimbangan yang sangat krusial sebelum membuat keputusan keuangan yang sangat penting.

Dengan memahami market cap, Kamu dapat bertindak lebih tepat dan meminimalkan risiko saat berinvestasi. Untuk itu, simak ulasan admin dibawah ini tentang market cap ini sampai habis.

Buka Juga :

Market cap adalah total nilai pasar dari sebuah bisnis atau perusahaan. Menurut wikipedia market cap dapat dihitung dengan mengalikan jumlah total saham atau saham yang tersisa di perusahaan dengan harga pasar saham saat ini.

Istilah ini digunakan oleh investor untuk menentukan besar kecilnya suatu perusahaan. Berdasarkan sumber resmi wikipedia mengatakan bahwa dengan mengetahui nilai pasar perusahaan, Maka kamu  akan tahu berapa banyak uang yang harus  keluarkan untuk membeli semua saham perusahaan kamu inginkan tersebut.

Tentu kamu tidak ingin membeli saham dari perusahaan yang tidak memiliki potensi berkembang lebih maju bukan. Nah dengan memahami market cap kamu akan tahu mana keputusan yang tepat untuk kamu ambil dalam melakukan investasi baik itu investasi saham, investasi reksadana dan lain-lain.

Kelompok Market Cap Perusahaan

Kita bisa melihat ukuran perusahaan dari nilai market capnya. Di pasar saham dunia tingkat market cap akan dianggap signifikan jika nilainya melebihi 10 miliar USD. Kemudian, jika nilainya antara $2 dan $10 miliar, market cap akan dianggap moderat tau nilai sedang.

Sementara itu akan dianggap rendah jika nilainya kurang dari $2 miliar. Apabila nilai market cap tersebut diterapkan di Indonesia, Maka menurut data IHSG banyak perusahaan di Indonesia memiliki market cap dengan kelpmpok menengah hingga kecil.

Oleh karena itu, pasar modal di Indonesia memiliki nilai dengan membagi perusahaan menurut nilai market capnya. Secara umum, Bursa Efek Indonesia membagi skala perusahaan berdasarkan nilai pasar menjadi tiga kelompok yang berbeda sebagai berikut:

1. Saham Blue Chip (Kapitalis Besar)

Jika market capnya Rp 10.000 miliar atau lebih, saham perusahaan tersebut akan disebut Blue Chip. Nilai ini dianggap sangat penting untuk melakukan bisnis di dalam negeri. Perusahaan yang termasuk dalam kategori (BCC) Blue Chip Company.

Buka Juga :

Perusahaan tersebut memiliki keuangan yang lebih stabil di banding saham perusasahaan moderat kebawah. Contoh perusahaan BCC (Blue Chip Company) di Indonesia antara lain : Unilever (INVR), Bank Central Asia (BBCA), Astra International (ASII) dan masih banyak lagi.

Saham blue-chip yang khas ini sering menjadi pilihan investor karena memiliki profil risiko yang lebih konservatif. Selain itu, kebanyakan investor sering memilih saham blue chip karena rajin membayar dividen. Selai itu perusahaan blue chip juga memiliki potensi keuntungan yang lebih besar. Karena pada umumnya produk atau jasa yang mereka jual juga dibutuhkan oleh banyak orang.

2. Saham Secon Liner (Kapitalis Sedang)

Di tempat kedua di bawah blue chips adalah nilai rata-rata saham. Umumnya saham ini lebih sering disebut sebagai second line dibandingkan jika blue chips berada satu level di bawahnya. Market cap saham mid-cap berkisar antara Rp 1.000 miliar hingga Rp 10.000 miliar.

Dalam skala ini, mereka yang masuk dalam kategori ini tidak sebesar perusahaan Blue Chips. Namun saham-saham ini sangat bagus untuk dimasukkan dalam portofolio investasi karena dapat menawarkan imbal hasil yang menjanjikan.

Buka Juga : 

Saham-saham berbeda yang termasuk dalam kategori terakhir biasanya diisi oleh perusahaan-perusahaan baru yang berbeda. Jika perusahaan blue-chip tergolong lebih stabil dengan pertumbuhan laba yang lebih konservatif, maka perusahaan peringkat kedua memiliki potensi yang lebih agresif.

3. Saham Third Liner ( Kapitalis Kecil )

Seperti namanya perusahaan trird liner memiliki tingkat market cap yang lebih rendah dibandingkan dengan perusahaan nomor satu dan dua diatas. Oleh karena itu, rangkaian saham ini sering disebut sebagai minor constraint. Mereka dengan market cap kecil ini memiliki market cap kurang dari Rp 1.000 miliar.

Meskipun harganya lebih murah, Namun saham dari perusahaan ini memiliki potensi yang masuk akal dan layak dimasukan ke dalam portofolio investasi kamu. Karena grafik pergerakan naik turun harga saham ini lebih mudah untuk dianalisis oleh para trader.

Kesimpulan

Baiklah demikianlah penjelasan singkat tentang apa itu market cap dalam dunia investasi yang perlu kamu ketahu dan pahami. Pada prinsipnya market cap adalah nilai pasar dari suatu perusahaan yang dihitung menggunakan patokan saham yang beredar dibursa perdagangan.

Buka Juga :

Saham tersebut dihargai sesuai harga pasar di bursa yang berlaku dengan perlembar sahamnya. Kamu dapat membuat analisis portofolio pada beberapa perusahaan yang kamu inginkan seusai dengan kategori masing-masing market cap.