Hindari Resiko Capital Loss Dalam Investasi, Berikut Ini Carannya!

 Resiko Capital Loss


Bacaberita | Tidak ada gading yang tak retak, itulah kata pepatah bukan. Hal tersebut sama dalam dunia investasi. Karena hampir semua jenis investasi pasti memiliki risiko, baik risiko tinggi maupun rendah.

Dalam kasus investasi kehilangan modal atau yang sering disebut dengan capital loss, Merupakan sesuatu yang mutlak yang pasti akan dihadapi oleh setiap investor.

 Buka Juga :

Secara umum, istilah ini bisa disebut penurunan nilai suatu investasi, Investasi yang dimaksud bisa saja mengenai saham atau investasi sejenisnya. Namun, ini juga dapat diartikan sebagai kerugian modal yang dapat terjadi pada banyak aset investasi lainnya.

Saat berinvestasi di saham, ada dua sumber keuntungan, capital gain dan dividen. Capital gain adalah keuntungan dari penjualan properti investasi, Aset ini dijual dengan harga lebih tinggi dari harga beli.

Sedangkan dividen merupakan pembagian keuntungan perusahaan, seperti yang tertulis di halaman Wikipedia. Pada prinsipnya perusahaan membayar dividen secara berkala, misalnya setahun sekali atau dua tahun sekali. Sebagai kegiatan bagi hasil dari laba perusahaan dalam periode tahun berjalan.

Namun, investasi tidak selalu menguntungkan. Ada situasi di mana investor menderita. Capital loss merupakan jenis kerugian yang sering dihadapi investor. Capital loss adalah kerugian yang terjadi ketika suatu aset mengalami penurunan nilai.

Ini terjadi ketika kamu menjual saham dengan harga kurang dari harga beli. Namun, kerugian ini hanya terjadi ketika kamu telah menjual saham tersebut, Apabila saham tersebut belum laku terjual maka masih diantisipasi dan belum bisa disebut capital loss.

Contoh kerugian capital loss dalam penyertaan investasi : Apabila kamu membeli saham suatu perusahaan dengan harga Rp 2.500 per lembar saham dan menjualnya setelah tiga tahun dengan harga Rp 2.400 per saham, Maka dapat di pastikan kamu mengalami yang namanya capital loss dengan ditandai adanya kehilangan modal sebesar Rp 100 per lembar saham.

Cara Menghindari Capital Loss

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, kehilangan modal merupakan salah satu risiko yang melekat dalam dunia investasi dimana investor dapat mengalami kerugian karena nilai investasinya menurun. Kerugian ini timbul karena harga jual properti investasi lebih rendah dari harga beli.

Namun pada dasarnya risiko berinvestasi dan kerugian modal tetap dapat dihindari dan diminimalkan sehingga dampak kerugiannya tidak terlalu besar. Nah, berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghindari dan meminimalisis dampak capital loss, diantaranya ialah :

1. Lebih Selektif Dalam Memilih Jenis Investasi

Ada banyak jenis investasi yang bisa dipilih. Untuk itu, kamu perlu berhati-hati dan lebih selektif dalam memilih jenis investasi yang ingin kamu pilih. Dari investasi property real estate hingga sekuritas dan berinvestasi di saham adalah jenis investasi yang berisiko tinggi.

Berinvestasi dalam saham dapat menjanjikan tingkat pengembalian yang tinggi dan membawa risiko yang tinggi juga. Untuk itu, berinvestasi di saham banyak dihindari oleh investor pemu karena tidak sedikit dari mereka yang mengalami kerugian saat melakukan investasi jenis ini.

Untuk itu ide yang baik sebelum melakukan investasi adalah mengumpulkan berbagai jenis informasi sebelumnya dan selanjutnya mempelajari dengan sebaik mungkin.

Serta jangan sungkan bertanya pada ahli trader dan investor berpengalaman ketika hendak melakukan investasi. Terakhir jangan lupa untuk selalu mengamati perkembangan tren terkini dari jenis investasi yang ada.

2. Jangan Berinvestasi Karena Rumor

Peredaran suatu topik investasi, baik dalam bentuk aset maupun saham, seringkali bersifat provokatif, sehingga dapat mendorong investor untuk berinvestasi. Padahal itu bisa saja informasi yang salah dan malah menghasilkan risiko kehilangan modal.

Buka Juga : 
Berinvestasi akan selalu melibatkan banyak modal. Oleh karena itu, sangat penting untuk bertindak hati-hati dan rasional. Selain menghindari berbagai upaya penipuan, juga sangat penting untuk meminimalisir kerugian akibat kehilangan modal. Gali informasi dengan data dan jangan percaya dengan rumor yang beredar tanpa sumber yang jelas.

3. Tetapkan Batas Stop Loss

Batas stop loss adalah batas kerugian yang bisa  toleransi sendiri. Penentuan batas kerugian sangat penting karena akan selalu ada potensi kerugian saat berinvestasi, terutama saat berinvestasi di pasar modal. Misalnya kamu dapat menetapkan batas berhenti maksimum 10% dari modal yang ada.

Jadi, jika persentase kerugian  sudah lebih dari 10%, maka secara otomatis kamu akan dapat warning untuk tidak melanjutkan investasi tersebut. Sehingga  kamu bisa langsung menjual saham tersebut untuk menghindari kerugian besar lainnya.

Kesimpulan

Demikian penjelasan dari admin mengenai capital loss secara singkat ini. Untuk menghindari kerugian yang besar kamu dapat mengikuti tips yang admin berikan diatas tadi. Kerugian modal adalah kerugian yang terjadi ketika suatu aset disusutkan. Artinya kamu  menjual saham dengan harga kurang dari harga beli.

Buka Juga :

Jika  seorang pengusaha yang ingin berinvestasi di pasar modal perlu memastikan bahwa mereka menghindari kesalahan yang berujung khilangan modal. Lakukan tips diatas untuk menghindari dan meminimalkan resiko capital loss.

Previous Post Next Post