Tips Trading Emas Dan Jam Buka Pasar Xauusd


Meskipun trading kripto sedang ngetrend, trading emas masih memiliki peminat setia. Wajar saja, karena logam mulia yang satu ini memang punya karakteristik unik dan sulit untuk digantikan. Selain tahan dengan inflasi, harga emas cenderung naik dari masa ke masa. Selain itu, emas juga sering dianggap sebagai safe haven ketika kondisi sedang krisis.

Dalam dunia trading, emas merupakan mata uang dengan simbol XAU dan dikaitkan dengan nilai dolar AS (XAU/USD). Pergerakan naik turun nilai dolar AS bisa menjadi acuan kamu saat melakukan trading. Pasalnya, ketika dolar melemah biasanya harga emas akan naik. Kondisi ini menjadi saat tepat bagi kamu untuk menjual emas.

Buka Juga : Broker Saham Dari Perusahaan Sekuritas Terbaik Saat Ini

Sebaliknya, apabila nilai dolar AS menguat maka menjadi saat yang tepat untuk membeli emas. Sebelum terjun ke dunia trading, kamu perlu tahu bahwa pergerakan trading emas cukup cepat. Oleh karena itu, penyusunan strategi saat trading sangat penting khususnya untuk kamu sebagai trader jangka pendek.

Keuntungan Trading Emas

Trading adalah aktivitas jual beli di pasar modal tanpa harus ada perpindahan aset emas secara fisik layaknya investasi emas konvensional. Sistem trading emas sendiri mirip dengan trading saham, forex, ataupun crypto. Dari keempat jenis trading tersebut, yang membedakan hanyalah objeknya.

Dibandingkan dengan investasi emas fisik yang baru terasa hasilnya dalam waktu lebih dari setahun, Nilai XAU/USD mampu memberikan profit tinggi dalam waktu 1 jam bahkan hanya 5 menit. Selain keuntungan yang tinggi, kamu bisa trading tanpa batas waktu, yaitu selama 24 jam penuh.

Berikut beberapa keuntungan yang akan kamu peroleh, Sebagai berikut :

1. Trading Emas Bersifat Likuid

Komoditi emas merupakan pasar terbesar di dunia. Dalam pasar forex, likuiditas emas dapat dikatakan sangat tinggi sehingga aman tanpa khawatir bangkrut. Sangat mudah untuk membuka dan menutup posisi trading. Namun, kamu tetap perlu membuat strategi supaya tidak merugi. Pasalnya, dalam trading harga emas bergerak sangat cepat dalam hitungan menit.

2. Peluang Untung Besar

Trading emas adalah cara untuk membuka peluang profit tinggi karena volume transaksinya mampu mencapai triliun dolar AS per hari. Hal ini memungkinkan kamu untuk bertransaksi dengan volume tinggi supaya bisa meningkatkan peluang profit yang lebih tinggi saat trading.

3. Keuntungan Leverage

Tahukah kamu apa itu trading emas dengan leverage, ini adalah istilah untung dalam trading. Leverage merupakan fasilitas yang memungkinkan trader untuk mendapatkan kontrak trading dalam jumlah tertentu tanpa harus membayar full.

Sebagai contoh, broker menawarkan fasilitas leverage 1:1000, maka kamu hanya butuh dana sebesar US$1 untuk bisa trading senilai US$1000. Dengan demikian, modal terbatas tidak lagi menjadi sebuah masalah saat ingin trading.

4. Bebas Trading 24/5

Fleksibilitas waktu menjadi keunggulan dari trading ini. Tidak seperti investasi pada pasar modal yang hanya bisa dilakukan pada waktu tertentu, kamu bisa melakukan trading emas selama 24 jam di hari kerja (Senin-Jumat). Sehingga, keterbatasan waktu bukan menjadi masalah lagi ketika kamu ingin mencari keuntungan lewat trading. 

5. Biaya Transaksi Rendah

Dalam trading emas, broker cenderung menetapkan biaya transaksi yang rendah sehingga trader bisa mendapatkan keuntungan maksimal. Biasanya, broker hanya membebankan biaya transaksi melalui perbedaan harga bid dan ask (jual-beli) yang dikenal dengan sebutan spread.

6. Tidak Ada Risiko Emas Batangan Hilang

Kehilangan emas batangan merupakan salah satu kerugian yang bisa kamu rasakan ketika investasi emas secara konvensional. Namun, hal ini mustahil terjadi ketika kamu melakukan trading emas. Karena, semuanya dilakukan secara online dan kamu pun tidak menyimpan emas fisik. 

Tips Trading Emas

Jika sudah paham dasar-dasar trading, memiliki modal, dan sudah punya akun, saatnya terjun ke pasar. Berbeda dengan instrumen forex seperti EUR/USD yang spreadnya terkenal tipis. Spread emas lebih ganas, sesuai dengan prinsip “High risk, high return”, kalian harus benar-benar teliti. Beberapa tips di bawah ini bisa menjadi panduan kalian:

1. Cek Tren Harga Yang Sedang Terjadi

Menjadi seorang trend follower bukanlah sebuah kesalahan, terutama jika kalian adalah trader ritel dengan modal terbatas. Ketika harga menunjukkan Uptrend, maka disarankan pasang posisi buy dengan harapan harga akan terus naik. Sebaliknya, buka posisi Sell ketika Downtrend mulai terlihat.

Kalian juga perlu tanggap dalam menyikapi sentimen investor kakap yang berasal dari bank-bank besar seperti JP Morgan, Goldman Sachs, dan JP Morgan. Sebagai bahan analisa jangka panjang, instansi-instansi tersebut juga sering membuat prediksi harga emas setiap awal tahun.

2. Perhatikan Volume Trading Emas

Sudah coba jualan, tapi tidak ada yang beli. Mungkin pasarnya sedang sepi! Hal itu berlaku juga pada pasar forex dan komoditas. Sebelum pasang posisi, cek dulu volume trading hariannya. Jika volume trading di hari tersebut sedang rendah, maka pergerakan harga cenderung lebih lambat. Jangan memaksakan diri masuk pasar jika tren belum terbaca, karena hal ini memicu emosi trading.

3. Manfaatkan Price Action, Masuk Saat Breakout

Bagi yang sudah sering trading Gold, akan memahami bahwa pair XAU/USD seringkali “ngeprank”. Karena itu, kesabaran adalah kunci utama saat akan trading. Solusinya, kalian bisa menggunakan strategi breakout dengan trendline maupun price pattern. Kedua strategi tersebut masuk ke dalam metode trading Price Action.

Jika kalian sudah memahami cara membaca trendline, maka gambarlah garis tersebut di chart, lalu tentukan titik entry dan exitnya. Begitu juga dengan cara analisa Price Pattern, ada 3 pola utama yang perlu kalian ingat, yaitu: descending triangle, ascending triangle, dan symmetrical triangle.

4. Gunakan Indikator yang Tepat

Selain trading emas dengan Price Action, kalian juga bisa memanfaatkan indikator yang sudah tersedia di platform Metatrader, Kamu juga harus mengamati pola dan formasi chart. Indikator yang bagus pad aplikasi trading gold antara lain:

- Exponential Moving Average (EMA), yaitu indikator berupa garis yang menunjukkan rerata harga dalam rentang waktu tertentu. Jika kalian seorang day trader, bisa mencoba setting 5 EMA dan 12 EMA.

- Relative Strength Index (RSI), indikator berbentuk Oscillator ini digunakan untuk membaca level Overbought dan Oversold dalam suatu chart.

- Stochastic Oscillator, ditandai dengan garis bertuliskan %K dan %D. Momen entry bisa dilakukan ketika indikator ini menunjukkan persilangan (Crossover) Bearish atau Bullish.

5. Perhatikan Manajemen Modal

Sama seperti aktivitas berisiko tinggi pada umumnya, trading gold juga memerlukan manajemen modal yang ketat. Pemahaman mengenai margin, lot, dan leverage yang digunakan harus dicermati sebelum memutuskan untuk buka posisi. Perlu diingat juga, spread pada trading gold bisa jadi melebar ketika ada event tertentu yang mengguncang pasar.

Risiko Trading Emas

Setidaknya terdapat dua risiko yang berpotensi terjadi saat trading. Dengan demikian, penggunaan strategi trading sangat penting untuk meminimalisir risiko agar tidak terlalu merugikanmu. Yuk bahas lebih lanjut mengenai dua risiko tersebut.

1. Perubahan Suku Bunga Cepat

Nilai tukar mata uang yang dipengaruhi tingkat suku bunga bisa menjadi faktor potensi kerugian dalam trading emas. Apabila tingkat suku bunga pada suatu negara naik, maka nilai mata uang negara tersebut akan bertambah kuat.

Begitu pun sebaliknya ketika suku bunga menurun, nilai mata uang suatu negara pun berpotensi melemah. Nah, perubahan suku bunga ini memicu fluktuasi nilai emas di pasar forex.

2. Potensi Rugi karena Leverage

Kamu sudah paham ya mengenai apa itu trading emas dengan leverage dalam penjelasan sebelumnya. Ketahui juga, nih, leverage bisa sangat menguntungkan atau pun sebaliknya. Sebab, keuntungan yang besar sebanding dengan potensi kerugian yang besar pula.

Kamu bisa memilih leverage yang sesuai dengan kemampuan finansialmu supaya tetap bisa dikendalikan serta meminimalisir potensi kerugian. Selain itu, kamu juga bisa mengatur margin dan manajemen keuangan dengan tepat untuk menjaga aktifitas tradingmu lebih aman.

Previous Post Next Post