Software Engineering : Tugas, Gaji Dan Skill Yang Dibutuhkan

Software Engineering : Tugas, Gaji Dan Skill Yang Dibutuhkan


Melihat minat pada bidang software engineering terus tumbuh, profesi ini akan terus dibutuhkan di tahun-tahun mendatang. Bila kamu ingin berkarir di sini, kamu harus terus belajar. Pasalnya, industri ini cepat sekali berkembang. Untuk itu, ada berbagai skill yang perlu kamu miliki.

Melansir riset Bureau of Labor Statistics, Amerika Serikat. Demand perusahaan untuk ahli software engineer diperkirakan akan tumbuh sebesar 22% dari tahun 2020 hingga tahun 2029 mendatang. Menariknya, angka tersebut jauh lebih tinggi dari pertumbuhan rata-rata profesi lain dari seluruh sektor industri.

Buka Juga : Aplikasi Video Bokeh Full Apk, Foto Jadi Lebih Menawan!

Ketergantungan industri pada khususnya, menjadikan tingginya kebutuhan akan software engineering. Dengan teknologi yang terus berkembang dan menyentuh seluruh aspek kehidupan, maka bisa diprediksi ke depannya profesi sebagai software engineer akan semakin dibutuhkan oleh banyak perusahaan.

Apa Itu Software Engineering

Profesi software engineer ini, mirip dengan programmer juga system analyst. Bedanya, seorang software engineer harus menguasai Software Development Life Cycle (SDLC) sebagai modal dalam mengembangkan perangkat lunak, mulai requirement sampai maintenance.

Software engineering akan merancang sistem komputer yang sesuai dengan kebutuhan klien. Mulai dari mendesain dasar-dasar sistem, memberikan perintah kepada programmer, dan sebagainya. Setelah sistem selesai dibuat, dilakukan uji coba beberapa kali untuk meningkatkan akurasi pada sistem.

Jadi intinya, Software engineer merupakan salah satu profesi di bidang teknologi informasi. Seorang software engineer bertugas melakukan analisa, membuat rekayasa, menyusun spesifikasi, mengimplementasikan dan memvalidasi suatu rancangan sistem perangkat lunak untuk menjawab suatu permasalahan.

Tugas Software Engineering

Sejatinya, tugas software engineer adalah untuk mendalami seluruh sistem, program, dan perangkat lunak dalam perusahaan. Program-program yang harus mereka bantu kembangkan pun cukup beragam, mulai dari aplikasi, operating system, hingga gim.

Selain hal-hal tersebut, sebenarnya apa saja yang menjadi tanggung jawab seorang SE. Berikut di antaranya sesuai pemaparan Robert Half, di antaranya :

  • Bekerja dengan pengguna untuk mengetahui kebutuhan mereka mengenai software
  • Merancang, membangun, dan juga mengetes sebuah sistem atau aplikasi berdasarkan spesifikasi yang diminta oleh pengguna
  • Bekerja sama dengan developer untuk menciptakan kode yang sesuai untuk sistem atau aplikasi dengan menggambarkan model atau diagram
  • Mendokumentasikan semua sistem atau aplikasi secara detil sebagai bentuk pertanggung jawaban saat melakukan maintenance.
  • Mengelola aplikasi atau software secara berkala serta memperbaiki kesalahan yang terjadi
  • Merekomendasikan software update untuk aplikasi atau sistem yang sudah ada
  • Berkolaborasi dengan developer dan engineer lainnya untuk menciptakan software
  • Menyusun berbagai metodologi untuk mengoptimalkan software development process agar dapat menghasilkan produk software yang sesuai.
  • Merekomendasikan dan mengimplementasikan metode yang paling cocok dalam sebuah proyek software development.
  • Melakukan tugas-tugas programmer, system analyst, dan sebagian tugas Software Quality Assurance engineer.

Posisi Software Engineer dapat diperoleh melalui jalur pendidikan formal dan mengikuti sebuah pelatihan intensif. Meski permintaannya tinggi, bukan berarti mengejar karier software engineering bebas dari kompetisi. Seorang software engineer profesional harus memiliki serangkaian skill, berikut di antaranya.

Skill Seorang Software Engineering

Untuk menjadi seorang SE yang handal, dibutuhkan kombinasi antara beberapa kemampuan teknis serta soft skills. Nah, berikut adalah beberapa kemampuan yang perlu kamu miliki jika ingin berkarier sebagai software engineer.

1. Programming

Salah satu hal yang harus dikuasai untuk menjadi software engineering adalah menguasai progamming beserta bahasa pemrogramannya seperti C++, Java, Python, C#/.Net, dan Ruby. Setidaknya, kamu harus lulusan dari universitas dengan studi IT atau pernah belajar tentang pemograman.

2. Memahami Algoritma dan Struktur Data

Pemahaman yang baik tentang algoritma, struktur data, dan kompleksitas wajib dikuasai seorang software engineer untuk dapat membuat sebuah program yang berjalan tanpa cela. Contohnya, dalam penyusunan program untuk salah satu tool dalam smartphone, yaitu contacts. 

Dalam hal ini, software engineering perlu menerapkan serangkaian instruksi yang memungkinkan pengguna menggunakan fitur contact untuk menyimpan nomor telepon maupun melakukan pencarian. Untuk membuat instruksi sederhana ini diperlukan penerapan algoritma untuk fungsi searching atau filter.

3. Menguasai Frameworks

Frameworks akan sangat membantu tugas software engineer karena dapat menyederhanakan tugas coding. Seperti Namanya, frameworks merupakan kerangka kerja yang digunakan software developer untuk mengembangkan aplikasi berbasis website maupun desktop.

4. Menguasai Software Debugging

Saat melakukan pekerjaanya, seorang software engineering umumnya akan lebih banyak menghabiskan waktunya untuk debugging code dibandingkan dengan codding. Oleh karena itu, penting bagimu untuk menguasai software debugging. 

5. Menguasai Database

Daftar hard skill lainnya yang dibutuhkan oleh Software Engineer adalah memiliki pemahaman tentang basis data. Mereka harus mengetahui tentang bagaimana cara menyimpan database, membuat, memperbaharui, menghapus, menyisipkan serta bagaimana membuat pola keamanan terkait database ini.

Untuk mempelajari database ini biasanya para developer menggunakan query SQL dasar, Oracle, Cassandra, Redis dan sebagainya. Selain itu kamu bisa mengikuti workshop atau kelas pemograman database. Contohnya, Oracle Certified Associate and Oracle Certified Professional (OCA and OCP).

6. Mengikuti Perkembangan Tools

Teknologi terus berkembang dan melahirkan tools baru dari waktu ke waktu. Sebagai software engineer, kamu jangan sampai ketinggalan mengikuti update tools terbaru. Berikut sederetan contoh tools yag diperlukan dalam software engineering:

-GitHub: layanan web hosting untuk proyek pengembangan software.

-LeanKit, ProofHub: platform kolaborasi kerja yang memudahkan koordinasi dengan tim.

-Adobe Dreamweaver CC: perangkat untuk membuat dan mengelola website maupun aplikasi mobile.

-Codenvy: peranngkat untuk melakukan coding, building, dan debugging aplikasi web

-Axosoft: perangkat ini memiliki perencanaan, automasi workflow, bug tracking, data visualization, hingga reporting.

-Code Climate: platform yang mengukur dan memantau kualitas coding

Tools di atas sangat bermanfaat bagi software engineering dalam mengerjakan proyek, pembagian tugas dengan anggota tim, pemantauan progres kerja, hingga kolaborasi dengan tim.

7. Menguasai Skill Komunikasi Yang Baik

Technical skills seperti di atas akan membantu software engineer dalam menjalankan pekerjaan yang ditugaskan. Dalam praktiknya, software engineer tidak bekerja sendirian melainkan berkolaborasi dalam tim untuk menyelesaikan suatu proyek. Karenanya, technical skills perlu ditunjang dengan softskills mumpuni.

Jenjang Karier Software Engineer

Apakah bekerja menjadi seorang software engineering merupakan hal yang menjanjikan? Saat ini, dunia teknologi yang terus berkembang pesat membutuhkan orang-orang yang ahli dalam bidang tersebut. Nah, ini bisa jadi kesempatan emasmu untuk merebut posisi ini.

Lalu, apakah ada jenjang dalam menjalani profesi sebagai SE? Berikut adalah jenjang atau kemajuan dari posisi tersebut:

-Junior software engineer

-Software engineer

-Senior software engineer

-Architect/principal software engineer

Gaji Software Engineering

Software engineer merupakan posisi yang sangat dibutuhkan di tahun-tahun mendatang, apalagi dengan terus berkembangnya teknologi. Bila dilihat dari tren gaji Software Engineer menurut Ignatius Untung selaku Ketua Asosiasi E-Comerce Indonesia (idEA) diketahui bahwa.

Gaji Software Engineer berkisar antara Rp 25 juta hingga Rp 30 juta. Nilai ini akan semakin naik seiring kemampuan dan jabatan yang dimiliki. Maka dari itu, jika kamu tertarik memulai berkarir di profesi ini maka pahami peran dan tanggung jawab software engineer dari sekarang.

Dengan melakukan ini maka kamu akan tahu skill apa yang harus kamu asah. Misalnya, meski sekilas memiliki banyak kesamaan, namun dengan melihat masing-masing tugas dan perbedaan system engineer dan software engineering maka kamu akan tahu skill mana yang harus kamu miliki bila memilih berkarir di salah satunya. 

Previous Post Next Post